Bedah Peta Persaingan Final Kejurnas Adventure Offroad 2026: G1 Ketat, G3 Dikuasai Excel, G4 FFA Membara
![]() |
| Lintasan ekstrem Sirkuit Hidzie Sukabumi siap menjadi penentu gelar juara umum Final Kejurnas Adventure Offroad 2026 |
OFFROADJEPARA.com - Menjelang seri penutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Adventure Offroad 2026 kategori Individual dan Team Non Winch yang akan dihelat pada 14–15 November 2026 di Sirkuit Hidzie Sukabumi, Jawa Barat, tensi persaingan antartim dan offroader nasional mencapai puncaknya. Mengingat tipisnya margin poin di sejumlah kelas utama, putaran final ini dipastikan menyajikan drama strategi dan ketahanan fisik mesin yang mendebarkan.
Berikut analisis mendalam mengenai peta persaingan Final Kejurnas Adventure Offroad 2026 di masing-masing kelas.
Kelas G1: Agus Susanto Dalam Bayang-Bayang Ahmad Safingi
Di kelas G1, Agus Susanto dari tim JRT Tuban Halo Dayak sejauh ini masih memimpin takhta klasemen sementara dengan raihan 75 poin. Kendati sempat absen pada Seri 2 di Palangkaraya, Agus menorehkan rekor impresif dengan selalu menyapu bersih podium pertama pada tiap seri yang dikikutinya.
Namun, posisi puncak Agus belum sepenuhnya aman. Ahmad Safingi dari Baros Prima mengintai ketat di posisi kedua dengan perolehan 67 poin (selisih hanya 8 poin). Di urutan ketiga, Happy New Year dari Tim Happy Trans Group membuntut dengan 60 poin.
Agus Susanto wajib finis di posisi pertama atau kedua pada seri final Sukabumi untuk mengamankan gelar Juara Umum Nasional. Jika Agus merosot ke podium ketiga atau lebih rendah, pintu juara terbuka lebar bagi Ahmad Safingi maupun Happy New Year untuk mengambil alih tahta.
Kelas G2: Muhammad Ichsan Waspadai Janoko 4x4
Dinamika menarik terjadi di kelas G2. Muhammad Ichsan (Halo Dayak) berhasil melesat ke puncak klasemen dengan modal konsistensi pada Seri 3 dan Seri 4, hingga mengumpulkan total 45 poin.
Meski begitu, keunggulannya sangat tipis. Andri Nur Sumedi dari tim Janoko 4x4 menempel ketat di peringkat kedua dengan 43 poin (selisih 2 poin), disusul Triyono di posisi ketiga dengan 33 poin.
Muhammad Ichsan harus mampu mengamankan podium 1 atau 2 di Sirkuit Hidzie Sukabumi. Tekanan tidak hanya datang dari Andri Nur Sumedi—yang siap menelikung jika Ichsan finis di posisi 3—tetapi juga dari persaingan internal serta kejutan tim-tim papan tengah.
Kelas G3: H. Excel Alvaro Mengunci Gelar, Podium 2–3 Belum Aman
Khusus kelas G3, dominasi mutlak ditunjukkan oleh H. Excel Alvaro Putra dari tim HRT. Mengantongi total 86 poin hingga seri keempat, Excel secara matematis telah mengunci gelar Juara Umum G3 Kejurnas Adventure Offroad 2026. Selisih 29 poin dari peringkat kedua sudah tidak mungkin terkejar pada satu seri tersisa.
Meski peringkat pertama telah terkunci, pertempuran memperebutkan peringkat kedua dan ketiga nasional masih sangat terbuka:
- Peringkat 2: dr. Lalu Muhammad Hafizh (Galena) – 57 Poin
- Peringkat 3: Evan Andi Pramudia Ishak (TLC Semarang Raya) – 45 Poin
Nama-nama seperti Dek Ray juga siap menjadi penggangu yang berpotensi menggeser komposisi poin akhir jika duo dr. Lalu dan Evan lengah di lintasan.
Kelas G4 (FFA): Kelas Neraka dan Misteri Mobil Dek Ray
Kelas G4 FFA kembali membuktikan predikatnya sebagai kelas neraka. Puncak klasemen saat ini dipegang oleh Pramudya Susanto dari tim DXR UCHI Parfum LC Towing dengan koleksi 60 poin.
Persaingan di kelas tertinggi ini kian memanas akibat ketatnya margin poin dan dinamika teknis kendaraan:
- Pramudya Susanto (DXR UCHI Parfum LC Towing) – 60 Poin
- Dek Ray (BJM JOH Motorsport) – 49 Poin
- M. Alfath Muji Atmaja (HRT) – 48 Poin
Satu rumor besar yang menyorot perhatian komunitas offroad nasional adalah situasi Dek Ray. Setelah melepas kendaraan tubular Rock Bouncer-nya ke tim BHD JRT, spec kendaraan yang akan digunakannya di final Sukabumi menjadi tanda tanya besar. Apakah Dek Ray akan tampil dengan kendaraan spesifikasi G3 yang dipaksa turun di G4, ataukah akan ada kejutan dari unit tim lain?
Untuk mengamankan mahkota juara umum G4, Pramudya Susanto cukup mengamankan posisi finis minimal di 4 besar (Podium 1, 2, 3, atau 4). Namun, dengan ancaman konstan dari Dek Ray, M. Alfath, serta nama-nama beken lain seperti Prisky Riuzo Situru, Hendrik Somantri (Halo Dayak), dan Rehanjo Saputra (BJM JOH Motorsport), pergeseran tahta di kelas FFA masih sangat mungkin terjadi.

Post a Comment for "Bedah Peta Persaingan Final Kejurnas Adventure Offroad 2026: G1 Ketat, G3 Dikuasai Excel, G4 FFA Membara"